You are currently viewing Mahasiswa Universitas Setia Budhi Rangkasbitung Kuliah Lapangan di Situs Kosala
  • Post category:Berita
  • Reading time:2 mins read

Lebak, Banten – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah, FKIP Universitas Setia Budhi Rangkasbitung (USBR), melaksanakan kegiatan studi lapangan di Situs Purbakala Kosala, Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten, pada Kamis (27/11). Kegiatan ini dipandu langsung oleh Dosen Pengampu Mata Kuliah Pengantar Arkeologi, Dr. Moh Ali Fadillah.

Kegiatan lapangan tersebut diikuti oleh 12 mahasiswa Semester III dan V untuk memperkuat pemahaman materi perkuliahan, khususnya terkait tradisi megalitik yang berkembang di kawasan kaki Gunung Halimun. Para mahasiswa memperoleh kesempatan melihat secara langsung tinggalan arkeologis yang selama ini hanya dipelajari melalui teori di kelas.

Menurut Dr. Ali Fadillah, pengalaman lapangan merupakan bagian penting dalam memperkaya wawasan mahasiswa. “Untuk menambah bobot pengetahuan, mahasiswa perlu studi lapangan, terutama dalam pembelajaran mata kuliah Pengantar Arkeologi,” ujarnya.

Tidak hanya mahasiswa Pengantar Arkeologi, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa yang mengambil Mata Kuliah Metodologi Sejarah dan Filsafat Sejarah. Salah satu peserta, Ikmaluddin, menegaskan pentingnya pengalaman langsung ini. “Studi lapangan sangat signifikan bagi kami, terutama untuk memahami data arkeologi sebagai sumber sejarah primer dalam merekonstruksi sejarah, khususnya periode transisi Prasejarah ke Sejarah di Banten, jelasnya.

Ikmaluddin menambahkan bahwa pemahaman Filsafat Sejarah yang semula abstrak di kelas menjadi lebih mudah dipahami ketika berada di lapangan. “Dengan pengetahuan empirik, kami memahami pentingnya studi sejarah kritis untuk mengungkap masa lalu yang tidak selalu tergambar jelas dalam sumber tekstual,” tegasnya.

Selama kegiatan, para mahasiswa melakukan berbagai tugas pengamatan seperti pencatatan, sketsa situs, hingga penyusunan interpretasi awal berdasarkan temuan lapangan. Dr. Ali Fadillah berharap pengalaman ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa Pendidikan Sejarah. “Kelak saat mereka menjadi guru sejarah, situs arkeologi dapat menjadi sumber belajar baru di luar kelas,” pungkasnya.

Sumber : bantenheritage.org

Leave a Reply