Rangkasbitung – Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Setia Budhi Rangkasbitung (USBR) menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “perkembangan Historiografi Kontemporer dan implikasinya bagi Penulisan karya ilmiah” pada Senin, 09 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Serbaguna Universitas Setia Budhi Rangkasbitung dan diikuti oleh sekitar 50 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen.
Seminar Nasional ini dilaksanakan sebagai respons atas perkembangan historiografi yang kini tidak lagi terbatas pada narasi politik dan tokoh besar, tetapi telah berkembang ke arah pendekatan multidisipliner, mencakup sejarah sosial, budaya, ekonomi, gender, hingga digital history. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta mampu memperkuat pemahaman metodologis serta keterampilan akademik dalam penulisan karya ilmiah sejarah yang analitis, kritis, dan relevan dengan tantangan zaman.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Setia Budhi Rangkasbitung, Iman Sampurna, M.Pd., Wakil Rektor I Dr. Mukhtar Ridwan, M.Pd., Wakil Rektor II Yadi Heryadi, M.Pd., Dekan FKIP Dr. Berita Membarasi Nehe, M.Pd., Wakil Dekan FKIP Weny Widyawati Bastaman, M.Pd., serta Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah Dr. Usmaedi, M.Pd dan Tim Humas USBR.
Dalam sambutannya, Rektor USBR Iman Sampurna, M.Pd. menyampaikan bahwa historiografi memiliki peran strategis dalam membentuk cara berpikir kritis dan ilmiah mahasiswa sejarah.“Seminar ini menjadi ruang akademik yang sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran bahwa penulisan sejarah harus berbasis metodologi yang kuat, kritis terhadap sumber, serta mampu menjawab tantangan era digital. USBR berkomitmen untuk terus mendorong budaya akademik yang produktif dan berkualitas,” ujarnya.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber, yakni Nuhiyah, M.Pd. sebagai Narasumber I dan Moch. Alfath Nurussalam, S.Pd. sebagai Narasumber II. Keduanya memaparkan materi terkait perkembangan historiografi kontemporer serta tantangan penulisan sejarah di tengah melimpahnya sumber digital.
Narasumber I, Nuhiyah, M.Pd., menekankan pentingnya kemampuan literasi sumber dan refleksi kritis dalam penulisan sejarah masa kini.“Mahasiswa sejarah harus mampu memilah sumber secara kritis, tidak hanya mengumpulkan data, tetapi juga menafsirkan dan menganalisisnya secara ilmiah agar menghasilkan karya sejarah yang kredibel dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Melalui penyelenggaraan Seminar Nasional ini, Program Studi Pendidikan Sejarah USBR berharap dapat menjadi wadah diskusi ilmiah yang berkelanjutan serta berkontribusi dalam penguatan kapasitas akademik civitas akademika, khususnya dalam pengembangan historiografi dan penulisan karya ilmiah sejarah.
