Rangkasbitung – Universitas Setia Budhi Rangkasbitung (USBR) menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Optimalisasi Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) dan Learning Management System (LMS) sebagai bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat tata kelola akademik berbasis digital. Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan fakultas, ketua program studi, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan USBR. Rabu, ( 11/02/2026).
Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman teknis dan strategis sivitas akademika dalam memanfaatkan SIAKAD dan LMS secara terintegrasi, efektif, serta selaras dengan kebijakan akademik dan standar penjaminan mutu internal. Melalui optimalisasi kedua platform tersebut, USBR menargetkan peningkatan kualitas layanan akademik, akurasi data, serta efektivitas pembelajaran berbasis daring maupun blended learning
Dalam pelaksanaannya, pimpinan fakultas, kaprodi, dosen, dan tenaga kependidikan mendapatkan pendalaman materi terkait manajemen perkuliahan digital, penginputan dan validasi data akademik, monitoring aktivitas pembelajaran, hingga pemanfaatan fitur evaluasi dan pelaporan yang terintegrasi. Selain itu, dibahas pula pentingnya sinkronisasi data sebagai bagian dari kesiapan pelaporan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
Rektor USBR Iman Sampurna M.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis perguruan tinggi dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi. “Optimalisasi SIAKAD dan LMS merupakan langkah konkret USBR dalam membangun sistem akademik yang transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kami ingin memastikan seluruh proses akademik terdokumentasi dengan baik serta mendukung peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan,” ujar Rektor USBR.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa keberhasilan implementasi sistem digital tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh komitmen dan konsistensi pengguna dalam menjalankannya. “Digitalisasi harus diiringi dengan perubahan budaya kerja. Seluruh dosen dan tenaga kependidikan diharapkan mampu memanfaatkan SIAKAD dan LMS secara optimal sebagai instrumen peningkatan kualitas layanan dan daya saing institusi,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, USBR berharap tercipta sistem akademik yang lebih terintegrasi, efisien, serta responsif terhadap kebutuhan mahasiswa dan tuntutan regulasi pendidikan tinggi. Optimalisasi SIAKAD dan LMS menjadi bagian dari roadmap penguatan tata kelola perguruan tinggi menuju kampus yang unggul, profesional, dan berbasis teknologi.
