Jakarta – Dalam upaya meningkatkan kualitas institusi dan memperluas jejaring kolaborasi antarperguruan tinggi, Universitas Setia Budhi Rangkasbitung (USBR) melakukan kunjungan kerja sekaligus penjajakan kerja sama ke Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada Rabu, (08/04/2026).
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Rektor USBR, Imam Sampurna, bersama jajaran pimpinan dan tim pengembang institusi. Kehadiran rombongan USBR disambut hangat oleh Rektor UNJ, Komarudin, beserta jajaran dalam suasana penuh keakraban.
Dalam pemaparannya, Rektor USBR menjelaskan bahwa USBR yang telah bertransformasi menjadi universitas sejak tahun 2023 saat ini menaungi 11 program studi sarjana (S1). Berbasis di Kabupaten Lebak, Banten, USBR terus berupaya meningkatkan akreditasi institusi, mengembangkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta merintis pembukaan Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang masih dalam proses perizinan.
Sebagai bagian dari strategi percepatan mutu, USBR menggandeng UNJ sebagai kampus pembina untuk berbagi praktik terbaik (best practice), khususnya dalam tata kelola perguruan tinggi dan pengembangan SDM berkelanjutan.
Menanggapi hal tersebut, Rektor UNJ menyampaikan komitmen penuh untuk mendukung USBR. Ia menegaskan bahwa UNJ memiliki pengalaman panjang dalam membina perguruan tinggi daerah, termasuk keberhasilan mendampingi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa hingga berkembang menjadi institusi yang mandiri dan kompetitif.
UNJ juga mendorong USBR untuk segera menyusun peta kebutuhan secara rinci dan terukur. Pemetaan tersebut meliputi penguatan tridharma perguruan tinggi, seperti peningkatan kompetensi dosen, publikasi riset, implementasi kurikulum Outcome-Based Education (OBE), serta pendampingan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang telah mulai berjalan di beberapa program studi.
Rencana aksi yang disusun nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan dokumen kerja sama berupa Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (MoA), sehingga implementasinya dapat tepat sasaran di tingkat fakultas maupun lembaga.
Tidak hanya berfokus pada bidang akademik, kerja sama ini juga mencakup pengabdian kepada masyarakat. USBR memaparkan potensi pengembangan desa binaan melalui pengelolaan lahan agrowisata seluas 52 hektare di Kecamatan Leuwidamar, yang berada dekat dengan kawasan adat Baduy. Program ini diharapkan mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal melalui sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Sebagai penutup, kedua pihak sepakat untuk segera mematangkan draf kerja sama berdasarkan hasil diskusi. Penandatanganan MoU direncanakan akan dilaksanakan di Kabupaten Lebak
