Rangkasbitung – Universitas Setia Budhi Rangkasbitung kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus yang terbuka, ramah, dan inklusif dengan menerima calon mahasiswa dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa berkebutuhan khusus. Langkah ini menjadi bagian dari upaya USBR dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang setara dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Selasa, (23/06/2026).
Sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus berkembang di Kabupaten Lebak, USBR tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga pada pembangunan lingkungan belajar yang mendukung keberagaman, kesetaraan, dan inklusi bagi seluruh mahasiswa. Kampus menyediakan ruang belajar yang adaptif agar setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai potensi masing-masing.
Penerimaan calon mahasiswa inklusi ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan adalah hak semua orang tanpa terkecuali. USBR percaya bahwa setiap individu memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam dunia akademik maupun masyarakat, terlepas dari keterbatasan yang dimiliki.
Rektor Iman Sampurna, M.Pd menyampaikan bahwa kampus memiliki komitmen kuat untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan humanis.
“Universitas Setia Budhi Rangkasbitung berkomitmen untuk memberikan akses pendidikan yang seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat, termasuk calon mahasiswa inklusi. Kami percaya bahwa setiap individu memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan tinggi yang bermutu. USBR siap menjadi rumah belajar yang aman, nyaman, dan mendukung pengembangan potensi setiap mahasiswa.”
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa inklusi di lingkungan kampus bukan hanya tentang akses pendidikan, tetapi juga membangun budaya saling menghargai dan memperkuat nilai kemanusiaan di lingkungan akademik.
Dengan semangat Maju dalam Kebersamaan, Bermutu, Bereputasi, dan Berbudaya Nasional, USBR terus berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkeadilan sosial. Kehadiran mahasiswa inklusi diharapkan dapat memperkaya dinamika pembelajaran sekaligus menumbuhkan budaya empati dan kolaborasi di lingkungan kampus.
