You are currently viewing Mahasiswa Universitas Setia Budhi Rangkasbitung Berpartisipasi Dalam Kuliah Publik Internasional
  • Post category:Berita
  • Reading time:4 mins read

Jakarta – Aula Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta dipenuhi ratusan peserta dari berbagai kalangan akademisi, mahasiswa, aktivis, dan masyarakat umum dalam Kuliah Publik bertajuk “The Global South Today: Crisis, Resistance, and New Possibilities” pada Senin, 20 April 2026, pukul 14.00 WIB. Acara bergengsi ini diselenggarakan oleh Megawati Institute bekerja sama dengan Marjin Kiri, GDN, dan Historia.ID.

Membuka acara dengan penuh semangat, Bonnie Triyana, Sejarawan dan Anggota DPR RI Komisi X, menyampaikan sambutan yang membangkitkan kesadaran kolektif tentang posisi bangsa-bangsa Global South dalam percaturan dunia saat ini. Dalam pidatonya, Bonnie menegaskan bahwa memahami sejarah bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan membekali diri dengan perspektif kritis untuk menghadapi tantangan kontemporer.

“Kita, bangsa-bangsa Global South, tidak pernah benar-benar keluar dari bayangan imperialisme. Yang berubah hanya wajahnya — dari kolonialisme militer menjadi dominasi ekonomi, dari penjajahan fisik menjadi ketergantungan teknologi dan utang,” ujar Bonnie di hadapan ratusan peserta yang memadati Teater Besar TIM.

Bonnie juga menekankan pentingnya peran generasi muda Indonesia, khususnya mahasiswa, dalam memahami solidaritas Global South. Menurutnya, sejarah perjuangan Bandung 1955 harus terus dirawat sebagai inspirasi untuk membangun tatanan dunia yang lebih adil dan setara. Ia menyebut bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan historis sebagai salah satu pelopor Gerakan Non-Blok untuk terus menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang di forum internasional.

Vijay Prashad: Krisis, Perlawanan, dan Kemungkinan Baru Global South

Puncak acara adalah kuliah publik oleh Vijay Prashad, sejarawan dan jurnalis internasional ternama asal India yang juga merupakan Direktur Eksekutif Tricontinental: Institute for Social Research. Prashad dikenal luas sebagai penulis karya-karya monumental tentang sejarah masyarakat dunia ketiga, termasuk Bangsa-Bangsa Kulit Berwarna: Sejarah Masyarakat Dunia Ketiga dan Bintang Merah Menerangi Dunia Ketiga yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

Dalam paparannya yang memukau, Prashad mengupas secara mendalam tiga tema besar: pertama, krisis multidimensi yang dihadapi negara-negara Global South akibat perubahan iklim, jeratan utang luar negeri, dan ketidakstabilan geopolitik; kedua, berbagai bentuk perlawanan yang muncul dari akar rumput hingga gerakan internasional; dan ketiga, kemungkinan-kemungkinan baru yang terbuka melalui solidaritas selatan-selatan.

“Dunia saat ini sedang dalam titik krisis. Negara-negara Global South tidak bisa lagi hanya menjadi penonton atau objek dari kebijakan-kebijakan yang dibuat di Washington, Brussels, atau Beijing. Kita harus menjadi subjek dari sejarah kita sendiri,” tegas Prashad dalam kuliah yang disambut tepuk tangan meriah.

Prashad juga menyoroti kondisi terkini di Palestina, Sudan, dan Haiti sebagai contoh nyata bagaimana negara-negara Global South menghadapi tekanan imperialisme kontemporer. Ia menekankan pentingnya membangun narasi tandingan — counter-narrative — untuk melawan hegemoni media dan pengetahuan Barat. Menurutnya, solidaritas selatan-selatan bukan hanya retorika, melainkan kebutuhan strategis yang mendesak.

Acara berlangsung dalam format talkshow yang dipandu moderator Hilmar Farid, Sejarawan dan Direktur Eksekutif Megawati Institute. Hilmar berhasil mengarahkan diskusi dengan cerdas, menggali perspektif Prashad tentang peran Indonesia dalam dinamika Global South masa kini, termasuk hubungan antara kebijakan ekonomi nasional dan tekanan dari lembaga-lembaga keuangan internasional seperti IMF dan Bank Dunia.

Penampilan Seni: Usman and The Black Stones Feat. Gugun Blues Shelter

Acara semakin meriah dengan penampilan musik dari Usman and The Black Stones yang berkolaborasi dengan Gugun Blues Shelter. Kolaborasi dua kelompok musik ini menyajikan perpaduan blues dan musik rakyat yang sarat dengan pesan sosial, selaras dengan tema besar acara tentang perlawanan dan harapan rakyat Global South.

Komitmen Universitas Setia Budhi Rangkasbitung

Keikutsertaan mahasiswa Universitas Setia Budhi Rangkasbitung dalam kuliah publik internasional ini mencerminkan komitmen institusi dalam mempersiapkan generasi muda yang berwawasan global namun tetap berakar pada realitas lokal. Universitas Setia Budhi Rangkasbitung terus mendorong civitas akademikanya untuk aktif terlibat dalam forum-forum intelektual yang membahas isu-isu strategis kebangsaan dan global.

Acara ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Historia.ID dan dapat disaksikan kembali oleh seluruh civitas akademika Universitas Setia Budhi Rangkasbitung serta masyarakat umum yang tidak sempat hadir secara langsung.

Leave a Reply